
Harga minyak naik untuk sesi ketiga setelah Presiden Donald Trump memberi tahu para pejabat Uni Eropa bahwa ia bersedia mengenakan tarif baru terhadap India dan Tiongkok dalam upaya mendorong Rusia bernegosiasi dengan Ukraina.
Namun, ada syaratnya ” Trump hanya akan mengenakan tarif jika negara-negara Uni Eropa juga melakukannya. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik hingga mendekati $63 per barel pada awal perdagangan Asia, sementara Brent ditutup di atas $66 pada hari Selasa. Harga minyak berjangka naik pada sesi sebelumnya setelah Israel melakukan serangan di Doha yang menargetkan para pemimpin senior Hamas, yang meningkatkan kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan.
Gedung Putih mengatakan serangan sepihak Israel terhadap Hamas di Qatar tidak memajukan tujuan Israel maupun Amerika dalam upaya mengakhiri konflik Timur Tengah.
Serangan ini menandai serangan pertama Israel di ibu kota Qatar sejak dimulainya konflik hampir dua tahun yang telah mengguncang pasar minyak global. Hal ini juga mengancam akan menggagalkan perundingan damai yang dipimpin AS antara Israel dan Hamas, yang mungkin telah mengurangi premi risiko geopolitik yang masih ada dalam harga minyak mentah. Israel telah mengklaim tanggung jawab penuh dan Trump menjauhkan diri dari serangan tersebut.
Sementara itu, usulan tarif Trump merupakan tantangan mengingat negara-negara termasuk Hongaria telah memblokir sanksi Uni Eropa yang lebih ketat yang menargetkan sektor energi Rusia di masa lalu. Presiden AS sejauh ini telah menghantam India dengan pungutan yang menghancurkan untuk perdagangan minyaknya dengan Moskow, tetapi mengabaikan langkah serupa terhadap Tiongkok.
WTI untuk pengiriman Oktober naik 0,7% menjadi $63,06 per barel pada pukul 07.30 di Singapura.
Brent untuk pengiriman November ditutup 0,6% lebih tinggi pada $66,39 per barel pada hari Selasa.(mrv)
Sumber : Bloomberg
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...